Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Cibubur, Jakarta, Indonesia
Pengajar

Sabtu, 24 September 2016

KPK Gagal Berantas Korupsi; Harus Tiru Malaysia


Tertangkap tangan oleh KPK? Ouww… itu hanyalah segelintir oknum koruptor yang bodoh. Dikatakan “segelintir” karena pelaku lainnya jauh lebih banyak. Dikatakan “oknum” karena ia tidak mewakili para koruptor yang profesional. Dikatakan “bodoh” karena ia tidak belajar dari pengalaman, dilakukan dengan pola yang mudah dideteksi oleh KPK, yaitu berawal dari komunikasi transaksi melalui hand phone.

Sejak didirikannya tahun 2003 hingga saat ini, KPK telah berhasil menyeret ratusan koruptor ke penjara. Namun ternyata hingga saat ini masih ada saja pejabat yang korupsi. Bahkan data ICW tentang Rekapitulasi Penindakan Pidana Korupsi menunjukkan peningkatan kasus korupsi dari tahun ke tahun. Berita yang paling gres adalah ketua DPD RI, Irman Gusman yang harus berurusan dengan KPK dalam kasus dugaan suap impor gula.

Jadi apa yang telah dilakukan oleh KPK selama ini ternyata tidak menimbulkan efek jera. Itu berarti KPK belum berhasil menghentikan para pejabat untuk tidak melakukan korupsi, alias KPK gagal melaksanakan tugas pencegahan korupsi. Apa yang dilakukan oleh KPK selama ini adalah penindakan, padahal sesungguhnya peran dan fungsi KPK adalah pencegahan, selain penindakan korupsi.

Melihat dari cara kerjanya, sebagian besar KPK menangkap koruptor melalui operasi tangkap tangan (OTT) saat tersangka melakukan transaksi penyuapan. Artinya sebagian besar kasus korupsi yang berhasil dibongkar oleh KPK adalah karupsi dengan kategori suap. Sementara korupsi dengan modus lain yaitu penggelapan, penyalah gunaan anggaran, penyalahgunaan jabatan, mark up dan laporan fiktif masih terus subur menggerogoti keuangan negara. Menurut penelitian ICW, justru modus korupsi itulah yang paling sering dilakukan, yaitu penggelapan, penyalah gunaan anggaran, mark up dan laporan fiktif.

KPK Gagal Mencegah Korupsi

Meski KPK telah sukses menangkap banyak tersangka korupsi, namun sesungguhnya masih banyak pula yang lolos tak tertangkap KPK. Sekali lagi mereka yang tertangkap adalah mereka yang tidak belajar dari kegagalan para koruptor sebelumnya. Sementara sebagian besar lainnya berhasil lolos dari pantauan KPK karena menggunakan cara lain, dengan menghindari komunikasi hand phone saat negosiasi.

Dari beberapa pernyataan petugas KPK melalui media massa terkait suksesnya OTT, bahwa tersangka telah dipantau oleh KPK sejak lama. Dipantau dari mana? Ya tentu dari komunikasi telepon. Dari pantauan komunikasi lewat telepon itulah KPK mengetahui kapan dan dimana transaksi dilakukan. Transaksi yang dilakukan di kantor, rumah, restoran, maupun di parkiran, bahkan di WC sekalipun KPK mengetahuinya.

Lantas apakah KPK sudah sukses memberantas korupsi? Sejauh ini KPK memang telah sukses menangkap pelaku korupsi penyuapan dan gratifikasi. Namun korupsi yang banyak dilakukan oleh pejabat negara dan pegawai negeri dengan modus penggelapan, penyalahgunaan anggaran, mark up dan laporan fiktif ternyata masih jauh dari jangkauan KPK. Buktinya begitu banyak pejabat dan pegawai negeri mempunyai harta kekayaan yang nilainya tak wajar dan mempunyai rekening gendut. Menurut ICW, Indonesia kini berada pada peringkat 5 negara terkorup di dunia, bahkan Indonesia pernah meraih peringkat 2 negara terkorup di dunia atau hanya kalah dari Fiji.

Siasat Koruptor

Sesuai Undang-undang, pengertian korupsi adalah tindakan memperkaya diri (atau orang lain maupun koorporasi) yang dilakukan secara melanggar hukum oleh pejabat negara, pegawai negeri, politisi dan pihak lain sehingga berakibat merugikan keuangan negara maupun masyarakat. Dari situ maka ada 3 unsur korupsi, yaitu pertama: memperkaya diri (atau orang lain maupun koorporasi); kedua, merugikan keuangan negara atau masyarakat; dan ketiga: melanggar hukum. Apabila salah satu unsur tidak ada maka itu tidak termasuk kategori korupsi.

Maka banyak orang, baik pejabat maupu pegawai negeri yang menggerogoti uang negara dilakukan dengan rekayasa administrasi sehingga bisa dipertanggung jawabkan secara administratif dan terhindar dari jeratan hukum. Itulah salah satu siasat koruptor untuk menghindari jeratan hukum.

Konon banyak pejabat, pegawai negeri, penegak hukum, politisi maupun TNI-Polri yang mempunyai rekening gendut. Rekeningnya bisa gendut bagaimana ceritanya? Tentu rekening gendutnya berasal dari hasil usaha yang tak halal, yaitu melalui penggelapan, penyalahgunaan anggaran dan mark up yang secara administrasi dapat dipertanggung jawabkan.

Pembuktian Terbalik Ala Malaysia

Dalam perundang-undang kita memang telah dikenal sistem pembuktian terbalik, yaitu pada UU Tipikor, UU TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) dan UU Perlindungan Konsumen. Pembuktian Terbalik merupakan pembuktian yang dilakukan oleh tersangka atau terdakwa terhadap sangkaan dan dakwaan korupsi yang dilakukan oleh penegak hukum. Jadi pembuktian terbalik ini hanya dilakukan terhadap tersangka atau terdakwa kasus korupsi. Sementara yang diinginkan oleh banyak pihak adalah pembuktian terbalik terhadap seluruh pejabat negara, pegawai negeri sipil, penegak hukum, politisi dan TNI-Polri yang mempunyai harta kekayaan tak wajar.

Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN oleh para pejabat ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan untuk pencegahan korupsi. Saat verifikasi pejabat hanya ditanya tentang status rumah, sertifikat dan nilainya. Petugas KPK tidak menanyakan dari mana asal muasal uang untuk beli rumah tersebut. KPK juga tidak melakukan apapun bila dalam laporan LHKPN nilainya fantastis. LHKPN hanya diperlukan bila seseorang telah jadi tersangka atau terdakwa kasus korupsi, baru KPK membongkarnya. Maka KPK belum mempunyai instrumen pembuktian terbalik agar LHKPN efektif mencegah korupsi pejabat negara. 

Mahfud MD, mantan Ketua MK pernah menyampaikan keinginannya bahwa Undang-undang Pembuktian Terbalik diberlakukan terhadap semua pejabat. Seluruh pejabat negara, penegak hukum, politisi, pegawai negeri, TNI dan Polri harus mampu membuktikan seluruh harta kekayaannya setelah tidak menjabat atau berganti jabatan. Terhadap pejabat dengan penghasilan rata-rata sebulan Rp25 juta, apabila setelah lima tahun penambahan hartanya lebih dari Rp25 juta dikali lima tahun, maka ia harus dapat membuktikan bahwa kelebihannya bukan berasal dari hasil korupsi. Apabila dia tidak bisa membuktikannya, maka itu adalah korupsi.

Dalam hal penerapan Undang-undang Pembuktian Terbalik, seharusnya Indonesia dapat meniru pada beberapa negara, seperti Malaysia, Singapura dan Hongkong. Meski di negara-negara ini tidak pernah terdengar berita tentang suksesnya KPK dalam OTT terhadap kasus suap, seperti di Indonesia, namun para pejabatnya sangat berhati-hati dengan masalah harta kekayaan, meskipun tentu tidak semua bersih dari perilaku korupsi.

Pembuktian terbalik yang dilaksanakan oleh Malaysia diberlakukan terhadap semua pejabat negara dan pegawai negeri yang terindikasi korupsi, yaitu yang harta kekayaannya tidak sebanding dengan kemungkinan penghasilan dari jabatannya. Dia dapat diminta untuk menjelaskan dari mana kekayaan itu didapatkan, untuk membuktikan bahwa dia tidak melakukan korupsi. Jika seorang pegawai rendah atau seorang prajurit terlihat memiliki tempat tinggal (rumah) mewah atau kendaraan mewah, maka Badan Pencegah Rasuah (KPK Malaysia) dapat meminta yang bersangkutan untuk memberikan keterangan tentang sumber harta kekayaan yang diperoleh. Langkah ini cukup efektif.

Apabila Indonesia menerapkan Undang-undang Pembuktian Terbalik seperti yang dilakukan oleh Malaysia, maka dapat dipastikan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia akan berhasil. Tetapi apabila sistem pemberantasan korupsi dilakukan hanya oleh KPK seperti sekarang ini maka jangan harap Indonesia akan terbebas dari perbuatan korupsi. Karena korupsi merupakan penyakit orang kaya yang sulit disembuhkan. Manusia tak akan pernah puas dengan hartanya.

Nabi Muhammad bersabda: “Bila seseorang telah berhasil mendapatkan satu gunung emas, niscaya ia masih menginginkan gunung emas lainnya, kecuali bagi yang bersyukur. Tidak ada yang dapat memenuhi nafsu manusia kecuali mulutnya telah tertutup tanah (mati).”

Senin, 14 Desember 2009

Tasawuf

Tasawuf dapat diartikan sebagai cara atau adab batiniah untuk mencapai makrifat, yaitu memperoleh hubungan langsung dengan Tuhan, sehingga merasa dan sadar bahwa dirinya berada di hadirat Tuhan. Makrifat merupakan tingkat tertinggi dari perjalanan menuju Tuhan, dimana seseorang merasa menyatu dengan Tuhan (wahdat al wujud = manunggaling kawula gusti)

Semua ulama tasawuf sependapat bahwa satu-satunya jalan yang dapat mengantarkan seseorang mencapai makrifat adalah melalui kesucian jiwa (tazkiyatun nafs) dan kebersihan hati (qalbun salim).
Untuk memperoleh jiwa suci dan bersih hati itu perlu menjalani serangkaian proses tarbiyah (pendidikan) dan riyadhah (latihan mental spiritual) dalam sebuah lembaga spiritual (tarekat) yang dibimbing oleh seorang Mursyid untuk penghayatan secara hakekat..

Dalam rangkaian metode pembersihan hati untuk mencapai makrifat, para sufi menetapkan dengan tiga tahap yaitu Takhalli,Tahalli, dan Tajalli.
(1) Takhalli, tahap pengosongan atau membersihkan hati dari keterikatan pada dunia. (untuk mengisi botol dg air mineral maka hrs dikosongkan lebih dulu)
(2) Tahalli, tahap pengisian hati yang telah dikosongkan dengan akhlak Tuhan, yaitu disibukkan dengan dzikir dan mengingat Allah. Pada tahap ini, hati akan merasai ketenangan. Hatinya sedih jika tidak mengingat Allah dalam setiap detik.
(3) Tajalli, tahap “penampakan” Tuhan secara metafisik. Disitu kebahagian sejati telah dating, Ia lebur bersama Allah dalam kenikmatan yang tidak bisa dilukiskan. Pada tahap ini, para sufi menyebutnya sebagai ma'rifah, orang yang sempurna sebagai manusia luhur.

Dalam tarekat, seorang salik (calon sufi), dengan bimbingan seorang syaikh mursyid (guru tarekat), harus menjalani tarekat (amalan spiritual) sesuai tahapan spiritual (maqam). Sebagai contoh, maqam pertama adalah tobat, kemudian sabar, tawadu (rendah hati), zuhud (orientasi non duniawi), tawakal, dan seterusnya hingga makrifat. Seseorang tidak dapat melewati sebuah maqam tertentu kecuali dengan menyempurnakan seluruh kewajiban yang harus dijalankan pada maqam tersebut.
Prinsip maqam ketasawufan :
a. Zikrullah, artinya mengingat Allah dengan cara menyebut nama-nama Allah (asma’ al-husna).
b. Muraqabah: kesadaran bahwa seseorang tidak lepas dari pengawasan Allah,
c Zuhud: membebaskan diri dari pengaruh dan godaan keduniawian.

Unsur-unsur Tarekat :
a. Guru tarekat (mursyid / syaikh)
b. Salik (murid tarekat)
c. Suluk (wirid dan amalan yang harus dilakukan salik)
d. Zawiyah (majelis tempat para salik mengamalkan sulk)

Tokoh Tarekah pertama :
a. Syekh Abdul Qadir Jaelani (Bagdad)
b. Syekh Ahmad Riva’i (Mesir)
c. Syekh Jalaluddin Rumi (Parsi)

Salah Paham Terhadap Tasawuf :
- Praktek tasawuf banyak menyimpang dari ajaran Rasulullah.
- Tasawuf lebih berorientasi pada kesalehan individual
- Mengutamakan kehinaan dari kemuliaan (menyukai kesusahan dari kesenangan).
- Tasawuf sebagai penyebab keterbelakangan kehidupan kaum Muslim.
- Dua istilah yang sering disebut-sebut oleh orang-orang sufi adalah Syari’at dan hakikat. Syari’at adalah merupakan sejumlah kumpulan hukum praktis yang berupa tuntunan, yakni apa yang dikenal dengan sebutan Fiqih. Hakikat adalah isyarat dan rahasia yang terkandung di balik hukum tersebut.

Golongan Tasawuf.
(1) Kaum Sufi Konfensional : Memahami hakekat dari apa yang ada pada ketetapan syari’at, dengan menjalani serangkaian proses tarekat (amalan spiritual) untuk mencapai tingkat makrifat.
Kalau di kalangan ahli fiqih dikenal mana sunnah dan mana yang bid’ah, maka di kalangan para sufi tidak dikenal hal seperti itu. Yang dipersoalkan para sufi adalah apakah hati kita semakin dekat kepada Allah atau tidak.
(2) Kaum Sufi Ekstrim : Memahami apa yang ada di balik ketetapan syari’at, sehingga bilamana hal itu telah dapat diselami, maka menjalankan syari’at bukan lagi suatu keharusan.
(3) Kaum Sufi Modern : Tasawuf sering dipahami sebagai akhlak untuk mendekati Tuhan. Tiga dimensi agama Islam yaitu Islam, Iman dan Ihsan itu sejajar dengan tiga dimensi lain yaitu syariah, tarekat dan hakekat. Ihsan adalah dimensi tertinggi dalam Islam untuk menuju Tuhan, itulah tasawuf.

Ketulusan hati Nabi

Ketika nabi Muhammad meninggal, Abu Bakar mendatangi Aisyah (putrinya yang menjadi istri nabi) dan bertanya, “Anakku, amalan apa yang sudah dilakukan nabi tapi belum kulakukan?”. Aisyah bercerita, bahwa setiap hari nabi selalu menyantuni seorang nenek buta yang mengemis di sudut pasar Madinah. Nabi selalu menyisihkan makanan untuk nenek, tanpa sang nenek tahu siapa yang memberinya makanan.
Abu Bakar bertanya lagi, ”Mengesankan nabikah perempuan tua itu, sehingga Rasulullah menaruh perhatian padanya?” Aisyah menjawab, ”Sama sekali tidak. Nenek itu adalah seorang keturunan Yahudi yang justru sering mengumpat dan menyumpahi dirinya. Tapi, Nabi tetap memberi makanan, tanpa pernah sedikitpun mengatakan bahwa dialah Muhammad yang sering dijelek-jelekkan si nenek pada banyak orang.”
Kemudian Abu Bakar meneruskan kebiasaan nabi memberi makan kepada si nenek buta. Namun ketika menyuapi, si nenek merasakan makanan dan cara menyuapi yang diberikan Abu Bakar tak sama dengan yang biasa ia terima. ”Biasanya engkau menyuaoiku dengan begitu lembut, makanan yang kau berikanpun renyah, dan enak rasanya. Kenapa kali ini lain?” ungkap si nenek.
Abu Bakar menjelaskan, bahwa orang yang biasa memberinya makan kepadanya telah meninggal. Si nenek bertanya, ”siapakah orang yang biasa memberikan makanan padaku?” dengan bergetar menahan rasa , Abu Bakar menjawab, ”dialah Muhammad utusan Allah.”
Si nenek buta terdiam seketika. Ia terpaku. Entah mengapa hatinya mengharu biru. Betapa selama ini dia sering menjelek-jelekkan dan mancaci maki Nabi Muhammad pada orang-orang. Tapi, justru nabilah yang paling peduli padanya, terus, tak pernah putus, sekotor apapun fitnah dari mulut si nenek. Serta merta dia mengikrarkan diri untuk masuk Islam.
Dari kisah ini, kita dapat merenung, seandainya kita yang bertemu dengan nenek ini, mungkinkah kita sudi menolehnya. Sudah buta, jelek, miskin, suka menghina lagi. Berat memberikan sedekah padanya. Rasanya masih banyak orang yang lebih pantas menerimanya.
Tapi, nabi memilih sikap yang berbeda. Beliau memberi tanpa harap balas jasa. Meskipun sering dihina, nabi tak pernah memberitahukan pada si nenek dialah Muhammad, orang yang dihinanya. Dengan ikhlas nabi memberi. Saat ajal menjemput, barulah buahnya terlihat.
Kisah diatas bukan satu-satunya contoh kemuliaan hati Rasulullah SAW. Pada masa-masa awal penyebaran Islam, beliau kerap diludahi, dilempari batu, bahkan dilempari kotoran ketika sedang beribadah. Marahkah Rasulullah? Tidak. Beliau tetap tersenyum, seraya mengucapkan doa bagi yang mendzoliminya. Hanya doa, dan bukan serapah, umpatan, atau kutukan.
Sungguh teladan yang indah dari utusan Allah yang berhati mulia.

Kepompong kupu-kupu

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu, suatu hari lubang kecil muncul
Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu,
ketika berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu
Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan, kelihatannya kupu-kupu telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi
Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya

Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya, namun dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya mengkerut
Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa,
pada suatu saat sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu
Semuanya tak pernah terjadi

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya, dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut
Dia tidak pernah bisa terbang

Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan
untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya
sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut

Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita
jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita.
Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan.
Kita mungkin tidak akan pernah dapat “terbang”

Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Kita memohon kekuatan …..
dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.


Kita memohon kebijakan …..
dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana

Kita memohon kemakmuran …..
Dan Tuhan memberi kita otak dan tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.

Kita mohon keteguhan hati …..
Dan Tuhan memberi bencana dan bencana untuk diatasi.


Kita memohon cinta …..
Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai

Kita memohon kemurahan / kebaikan hati …..
Dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti

Begitulah cara Tuhan membimbing kita.

Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan,
berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan?
Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita

Kebanyakan kita tidak mengerti, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan
Padahal justru itulah yang terbaik untuk kita

Dua Hal

INGATLAH DUA HAL - DAN LUPAKAN PULA DUA HAL

Kebaikan …
Ingatlah kebaikan orang lain kepadamu…, dan
Lupakan kebaikanmu pada orang lain.

Kesalahan …
Lupakan kesalahan orang lain kepadamu…, dan
Ingatlah kesalahanmu pada orang lain

Doa Seorang Ayah

Tuhanku, bentuklah puteraku menjadi
Seorang yang cukup kuat untuk menyadari kelemahan dirinya
Berani menghadapi manakala takut
Yang memiliki rasa bangga dan keteguhan dalam kekalahan yang tulus
Serta rendah hati dan jujur dalam kemenangan

Ya Tuhan, bimbinglah dia
Bukan di jalan yang mudah dan lemah
Tetapi di jalan yang penuh tempaan, tantangan dan kesulitan
Ajari dia
Agar puteraku sanggup berdiri teguh di tengah badai
dan berbelas kasih kepada mereka yang lemah

Ya Tuhan, ajari puteraku
Seorang yang berhati suci dan bercita-cita luhur
Sanggup memerintah dirinya sebelum memimpin orang lain
Mengejar masa depan tanpa melupakan masa lalu

Oh Tuhan, jadikanlah puteraku
Seorang yang tahu akan adanya Engkau
Dan mengenal dirinya sendiri sebagai dasar segala pengetahuan

Sesudah semuanya membentuk dirinya
Aku mohon ya Tuhan
Rahmatilah dia dengan rasa humor
Agar dia dapat bersungguh-sungguh tanpa menganggap dirinya terlalu serius
Berikanlah kepadanya kerendahan hati, kesederhanaan dan kesabaran

Ini semua ya Tuhan
Anugerah dari kekuatan dan keagungan MU
Setelah semuanya tercapai ya Tuhan
Beranilah aku berkata :
“TAK SIA-SIA AKU HIDUP SEBAGAI BAPAKNYA”

LA TAHZAN

Jangan bersedih - La Tahzan
Dalam kondisi apa pun, anda jangan pernah bersedih
SENANGKANLAH HATIMU !!!

 JIKA ENGKAU KAYA, tentu hatimu senang! Karena engkau dapat membantu kesulitan-kesulitan orang lain melalui hartamu.

 JIKA ENGKAU FAKIR MISKIN. Janganlah bersedih. Senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari penyakit tuhibbud dun’ya (cinta dunia) yang sering menimpa orang-orang kaya, yang akan membekukan qalbu. Maka Allah telah mengambil sebagian sikap sombong dan angkuh darimu

 JIKA ENGKAU SEDANG SEHAT, senangkanlah hatimu!. Karena dengan kesehatanmu itu engkau dapat menikmati karunia Allah di dunia, serta dapat menjalankan ibadah dengan baik.

 JIKA ENGKAU SEDANG SAKIT, senangkan pulalah hatimu! Karena dengan penyakit itu sesungguhnya Allah tengah memperhatikanmu. Dosa-dosamu sedang digugurkan seperti gugurnya daun kering dari pepohonan.

 JIKALAU ENGKAU SEDANG MENGALAMI KEGAGALAN. Janganlah bersedih, senangkanlah hatimu!. Yakinlah bahwa sesungguhya Allah sedang memilihkan jalan terbaik bagimu.

 JIKA ENGKAU DIZALIMI. Janganlah bersedih, senangkan pulalah hatimu!. Karena dengan kesabaranmu, sesungguhnya si-zalim tengah mengambil dosa-dosa darimu, dan memindahkan pahalanya kepadamu.

 KALAU ENGKAU DILUPAKAN ORANG - DAN KURANG MASYHUR, Senangkanlah hatimu! Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacimu, lisan-lisanpun tidak banyak yang menggunjingkanmu ........

 JIKA ENGKAU SUDAH BEKERJA KERAS, NAMUN HASIL YANG ENGKAU PEROLEH SUNGGUH KECIL.... Janganlah bersedih, senangkanlah hatimu!. Karena Allah yang Maha Melihat dan Maha Adil pasti akan mengganti setiap kekurangan itu dengan pahala yang lebih baik bagimu.

 JIKA ENGKAU TERTIMPA MUSIBAH, Janganlah bersedih..., senangkanlah hatimu!. Karena dengan musibah itu sesungguhnya Allah sedang menguji kesabaranmu untuk meningkatkan kualitas keimananmu. ”