Tasawuf dapat diartikan sebagai cara atau adab batiniah untuk mencapai makrifat, yaitu memperoleh hubungan langsung dengan Tuhan, sehingga merasa dan sadar bahwa dirinya berada di hadirat Tuhan. Makrifat merupakan tingkat tertinggi dari perjalanan menuju Tuhan, dimana seseorang merasa menyatu dengan Tuhan (wahdat al wujud = manunggaling kawula gusti)
Semua ulama tasawuf sependapat bahwa satu-satunya jalan yang dapat mengantarkan seseorang mencapai makrifat adalah melalui kesucian jiwa (tazkiyatun nafs) dan kebersihan hati (qalbun salim).
Untuk memperoleh jiwa suci dan bersih hati itu perlu menjalani serangkaian proses tarbiyah (pendidikan) dan riyadhah (latihan mental spiritual) dalam sebuah lembaga spiritual (tarekat) yang dibimbing oleh seorang Mursyid untuk penghayatan secara hakekat..
Dalam rangkaian metode pembersihan hati untuk mencapai makrifat, para sufi menetapkan dengan tiga tahap yaitu Takhalli,Tahalli, dan Tajalli.
(1) Takhalli, tahap pengosongan atau membersihkan hati dari keterikatan pada dunia. (untuk mengisi botol dg air mineral maka hrs dikosongkan lebih dulu)
(2) Tahalli, tahap pengisian hati yang telah dikosongkan dengan akhlak Tuhan, yaitu disibukkan dengan dzikir dan mengingat Allah. Pada tahap ini, hati akan merasai ketenangan. Hatinya sedih jika tidak mengingat Allah dalam setiap detik.
(3) Tajalli, tahap “penampakan” Tuhan secara metafisik. Disitu kebahagian sejati telah dating, Ia lebur bersama Allah dalam kenikmatan yang tidak bisa dilukiskan. Pada tahap ini, para sufi menyebutnya sebagai ma'rifah, orang yang sempurna sebagai manusia luhur.
Dalam tarekat, seorang salik (calon sufi), dengan bimbingan seorang syaikh mursyid (guru tarekat), harus menjalani tarekat (amalan spiritual) sesuai tahapan spiritual (maqam). Sebagai contoh, maqam pertama adalah tobat, kemudian sabar, tawadu (rendah hati), zuhud (orientasi non duniawi), tawakal, dan seterusnya hingga makrifat. Seseorang tidak dapat melewati sebuah maqam tertentu kecuali dengan menyempurnakan seluruh kewajiban yang harus dijalankan pada maqam tersebut.
Prinsip maqam ketasawufan :
a. Zikrullah, artinya mengingat Allah dengan cara menyebut nama-nama Allah (asma’ al-husna).
b. Muraqabah: kesadaran bahwa seseorang tidak lepas dari pengawasan Allah,
c Zuhud: membebaskan diri dari pengaruh dan godaan keduniawian.
Unsur-unsur Tarekat :
a. Guru tarekat (mursyid / syaikh)
b. Salik (murid tarekat)
c. Suluk (wirid dan amalan yang harus dilakukan salik)
d. Zawiyah (majelis tempat para salik mengamalkan sulk)
Tokoh Tarekah pertama :
a. Syekh Abdul Qadir Jaelani (Bagdad)
b. Syekh Ahmad Riva’i (Mesir)
c. Syekh Jalaluddin Rumi (Parsi)
Salah Paham Terhadap Tasawuf :
- Praktek tasawuf banyak menyimpang dari ajaran Rasulullah.
- Tasawuf lebih berorientasi pada kesalehan individual
- Mengutamakan kehinaan dari kemuliaan (menyukai kesusahan dari kesenangan).
- Tasawuf sebagai penyebab keterbelakangan kehidupan kaum Muslim.
- Dua istilah yang sering disebut-sebut oleh orang-orang sufi adalah Syari’at dan hakikat. Syari’at adalah merupakan sejumlah kumpulan hukum praktis yang berupa tuntunan, yakni apa yang dikenal dengan sebutan Fiqih. Hakikat adalah isyarat dan rahasia yang terkandung di balik hukum tersebut.
Golongan Tasawuf.
(1) Kaum Sufi Konfensional : Memahami hakekat dari apa yang ada pada ketetapan syari’at, dengan menjalani serangkaian proses tarekat (amalan spiritual) untuk mencapai tingkat makrifat.
Kalau di kalangan ahli fiqih dikenal mana sunnah dan mana yang bid’ah, maka di kalangan para sufi tidak dikenal hal seperti itu. Yang dipersoalkan para sufi adalah apakah hati kita semakin dekat kepada Allah atau tidak.
(2) Kaum Sufi Ekstrim : Memahami apa yang ada di balik ketetapan syari’at, sehingga bilamana hal itu telah dapat diselami, maka menjalankan syari’at bukan lagi suatu keharusan.
(3) Kaum Sufi Modern : Tasawuf sering dipahami sebagai akhlak untuk mendekati Tuhan. Tiga dimensi agama Islam yaitu Islam, Iman dan Ihsan itu sejajar dengan tiga dimensi lain yaitu syariah, tarekat dan hakekat. Ihsan adalah dimensi tertinggi dalam Islam untuk menuju Tuhan, itulah tasawuf.
Pengikut
Arsip Blog
Mengenai Saya
Senin, 14 Desember 2009
Ketulusan hati Nabi
Ketika nabi Muhammad meninggal, Abu Bakar mendatangi Aisyah (putrinya yang menjadi istri nabi) dan bertanya, “Anakku, amalan apa yang sudah dilakukan nabi tapi belum kulakukan?”. Aisyah bercerita, bahwa setiap hari nabi selalu menyantuni seorang nenek buta yang mengemis di sudut pasar Madinah. Nabi selalu menyisihkan makanan untuk nenek, tanpa sang nenek tahu siapa yang memberinya makanan.
Abu Bakar bertanya lagi, ”Mengesankan nabikah perempuan tua itu, sehingga Rasulullah menaruh perhatian padanya?” Aisyah menjawab, ”Sama sekali tidak. Nenek itu adalah seorang keturunan Yahudi yang justru sering mengumpat dan menyumpahi dirinya. Tapi, Nabi tetap memberi makanan, tanpa pernah sedikitpun mengatakan bahwa dialah Muhammad yang sering dijelek-jelekkan si nenek pada banyak orang.”
Kemudian Abu Bakar meneruskan kebiasaan nabi memberi makan kepada si nenek buta. Namun ketika menyuapi, si nenek merasakan makanan dan cara menyuapi yang diberikan Abu Bakar tak sama dengan yang biasa ia terima. ”Biasanya engkau menyuaoiku dengan begitu lembut, makanan yang kau berikanpun renyah, dan enak rasanya. Kenapa kali ini lain?” ungkap si nenek.
Abu Bakar menjelaskan, bahwa orang yang biasa memberinya makan kepadanya telah meninggal. Si nenek bertanya, ”siapakah orang yang biasa memberikan makanan padaku?” dengan bergetar menahan rasa , Abu Bakar menjawab, ”dialah Muhammad utusan Allah.”
Si nenek buta terdiam seketika. Ia terpaku. Entah mengapa hatinya mengharu biru. Betapa selama ini dia sering menjelek-jelekkan dan mancaci maki Nabi Muhammad pada orang-orang. Tapi, justru nabilah yang paling peduli padanya, terus, tak pernah putus, sekotor apapun fitnah dari mulut si nenek. Serta merta dia mengikrarkan diri untuk masuk Islam.
Dari kisah ini, kita dapat merenung, seandainya kita yang bertemu dengan nenek ini, mungkinkah kita sudi menolehnya. Sudah buta, jelek, miskin, suka menghina lagi. Berat memberikan sedekah padanya. Rasanya masih banyak orang yang lebih pantas menerimanya.
Tapi, nabi memilih sikap yang berbeda. Beliau memberi tanpa harap balas jasa. Meskipun sering dihina, nabi tak pernah memberitahukan pada si nenek dialah Muhammad, orang yang dihinanya. Dengan ikhlas nabi memberi. Saat ajal menjemput, barulah buahnya terlihat.
Kisah diatas bukan satu-satunya contoh kemuliaan hati Rasulullah SAW. Pada masa-masa awal penyebaran Islam, beliau kerap diludahi, dilempari batu, bahkan dilempari kotoran ketika sedang beribadah. Marahkah Rasulullah? Tidak. Beliau tetap tersenyum, seraya mengucapkan doa bagi yang mendzoliminya. Hanya doa, dan bukan serapah, umpatan, atau kutukan.
Sungguh teladan yang indah dari utusan Allah yang berhati mulia.
Abu Bakar bertanya lagi, ”Mengesankan nabikah perempuan tua itu, sehingga Rasulullah menaruh perhatian padanya?” Aisyah menjawab, ”Sama sekali tidak. Nenek itu adalah seorang keturunan Yahudi yang justru sering mengumpat dan menyumpahi dirinya. Tapi, Nabi tetap memberi makanan, tanpa pernah sedikitpun mengatakan bahwa dialah Muhammad yang sering dijelek-jelekkan si nenek pada banyak orang.”
Kemudian Abu Bakar meneruskan kebiasaan nabi memberi makan kepada si nenek buta. Namun ketika menyuapi, si nenek merasakan makanan dan cara menyuapi yang diberikan Abu Bakar tak sama dengan yang biasa ia terima. ”Biasanya engkau menyuaoiku dengan begitu lembut, makanan yang kau berikanpun renyah, dan enak rasanya. Kenapa kali ini lain?” ungkap si nenek.
Abu Bakar menjelaskan, bahwa orang yang biasa memberinya makan kepadanya telah meninggal. Si nenek bertanya, ”siapakah orang yang biasa memberikan makanan padaku?” dengan bergetar menahan rasa , Abu Bakar menjawab, ”dialah Muhammad utusan Allah.”
Si nenek buta terdiam seketika. Ia terpaku. Entah mengapa hatinya mengharu biru. Betapa selama ini dia sering menjelek-jelekkan dan mancaci maki Nabi Muhammad pada orang-orang. Tapi, justru nabilah yang paling peduli padanya, terus, tak pernah putus, sekotor apapun fitnah dari mulut si nenek. Serta merta dia mengikrarkan diri untuk masuk Islam.
Dari kisah ini, kita dapat merenung, seandainya kita yang bertemu dengan nenek ini, mungkinkah kita sudi menolehnya. Sudah buta, jelek, miskin, suka menghina lagi. Berat memberikan sedekah padanya. Rasanya masih banyak orang yang lebih pantas menerimanya.
Tapi, nabi memilih sikap yang berbeda. Beliau memberi tanpa harap balas jasa. Meskipun sering dihina, nabi tak pernah memberitahukan pada si nenek dialah Muhammad, orang yang dihinanya. Dengan ikhlas nabi memberi. Saat ajal menjemput, barulah buahnya terlihat.
Kisah diatas bukan satu-satunya contoh kemuliaan hati Rasulullah SAW. Pada masa-masa awal penyebaran Islam, beliau kerap diludahi, dilempari batu, bahkan dilempari kotoran ketika sedang beribadah. Marahkah Rasulullah? Tidak. Beliau tetap tersenyum, seraya mengucapkan doa bagi yang mendzoliminya. Hanya doa, dan bukan serapah, umpatan, atau kutukan.
Sungguh teladan yang indah dari utusan Allah yang berhati mulia.
Kepompong kupu-kupu
Seseorang menemukan kepompong seekor kupu, suatu hari lubang kecil muncul
Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu,
ketika berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu
Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan, kelihatannya kupu-kupu telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi
Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya
Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya, namun dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya mengkerut
Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa,
pada suatu saat sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu
Semuanya tak pernah terjadi
Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya, dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut
Dia tidak pernah bisa terbang
Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan
untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya
sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut
Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita
jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita.
Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan.
Kita mungkin tidak akan pernah dapat “terbang”
Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Kita memohon kekuatan …..
dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.
Kita memohon kebijakan …..
dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana
Kita memohon kemakmuran …..
Dan Tuhan memberi kita otak dan tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.
Kita mohon keteguhan hati …..
Dan Tuhan memberi bencana dan bencana untuk diatasi.
Kita memohon cinta …..
Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai
Kita memohon kemurahan / kebaikan hati …..
Dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti
Begitulah cara Tuhan membimbing kita.
Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan,
berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan?
Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita
Kebanyakan kita tidak mengerti, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan
Padahal justru itulah yang terbaik untuk kita
Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu,
ketika berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu
Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan, kelihatannya kupu-kupu telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi
Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya
Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya, namun dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya mengkerut
Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa,
pada suatu saat sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu
Semuanya tak pernah terjadi
Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya, dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut
Dia tidak pernah bisa terbang
Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan
untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya
sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut
Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita
jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita.
Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan.
Kita mungkin tidak akan pernah dapat “terbang”
Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Kita memohon kekuatan …..
dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.
Kita memohon kebijakan …..
dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana
Kita memohon kemakmuran …..
Dan Tuhan memberi kita otak dan tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.
Kita mohon keteguhan hati …..
Dan Tuhan memberi bencana dan bencana untuk diatasi.
Kita memohon cinta …..
Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai
Kita memohon kemurahan / kebaikan hati …..
Dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti
Begitulah cara Tuhan membimbing kita.
Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan,
berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan?
Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita
Kebanyakan kita tidak mengerti, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan
Padahal justru itulah yang terbaik untuk kita
Dua Hal
INGATLAH DUA HAL - DAN LUPAKAN PULA DUA HAL
Kebaikan …
Ingatlah kebaikan orang lain kepadamu…, dan
Lupakan kebaikanmu pada orang lain.
Kesalahan …
Lupakan kesalahan orang lain kepadamu…, dan
Ingatlah kesalahanmu pada orang lain
Kebaikan …
Ingatlah kebaikan orang lain kepadamu…, dan
Lupakan kebaikanmu pada orang lain.
Kesalahan …
Lupakan kesalahan orang lain kepadamu…, dan
Ingatlah kesalahanmu pada orang lain
Doa Seorang Ayah
Tuhanku, bentuklah puteraku menjadi
Seorang yang cukup kuat untuk menyadari kelemahan dirinya
Berani menghadapi manakala takut
Yang memiliki rasa bangga dan keteguhan dalam kekalahan yang tulus
Serta rendah hati dan jujur dalam kemenangan
Ya Tuhan, bimbinglah dia
Bukan di jalan yang mudah dan lemah
Tetapi di jalan yang penuh tempaan, tantangan dan kesulitan
Ajari dia
Agar puteraku sanggup berdiri teguh di tengah badai
dan berbelas kasih kepada mereka yang lemah
Ya Tuhan, ajari puteraku
Seorang yang berhati suci dan bercita-cita luhur
Sanggup memerintah dirinya sebelum memimpin orang lain
Mengejar masa depan tanpa melupakan masa lalu
Oh Tuhan, jadikanlah puteraku
Seorang yang tahu akan adanya Engkau
Dan mengenal dirinya sendiri sebagai dasar segala pengetahuan
Sesudah semuanya membentuk dirinya
Aku mohon ya Tuhan
Rahmatilah dia dengan rasa humor
Agar dia dapat bersungguh-sungguh tanpa menganggap dirinya terlalu serius
Berikanlah kepadanya kerendahan hati, kesederhanaan dan kesabaran
Ini semua ya Tuhan
Anugerah dari kekuatan dan keagungan MU
Setelah semuanya tercapai ya Tuhan
Beranilah aku berkata :
“TAK SIA-SIA AKU HIDUP SEBAGAI BAPAKNYA”
Seorang yang cukup kuat untuk menyadari kelemahan dirinya
Berani menghadapi manakala takut
Yang memiliki rasa bangga dan keteguhan dalam kekalahan yang tulus
Serta rendah hati dan jujur dalam kemenangan
Ya Tuhan, bimbinglah dia
Bukan di jalan yang mudah dan lemah
Tetapi di jalan yang penuh tempaan, tantangan dan kesulitan
Ajari dia
Agar puteraku sanggup berdiri teguh di tengah badai
dan berbelas kasih kepada mereka yang lemah
Ya Tuhan, ajari puteraku
Seorang yang berhati suci dan bercita-cita luhur
Sanggup memerintah dirinya sebelum memimpin orang lain
Mengejar masa depan tanpa melupakan masa lalu
Oh Tuhan, jadikanlah puteraku
Seorang yang tahu akan adanya Engkau
Dan mengenal dirinya sendiri sebagai dasar segala pengetahuan
Sesudah semuanya membentuk dirinya
Aku mohon ya Tuhan
Rahmatilah dia dengan rasa humor
Agar dia dapat bersungguh-sungguh tanpa menganggap dirinya terlalu serius
Berikanlah kepadanya kerendahan hati, kesederhanaan dan kesabaran
Ini semua ya Tuhan
Anugerah dari kekuatan dan keagungan MU
Setelah semuanya tercapai ya Tuhan
Beranilah aku berkata :
“TAK SIA-SIA AKU HIDUP SEBAGAI BAPAKNYA”
LA TAHZAN
Jangan bersedih - La Tahzan
Dalam kondisi apa pun, anda jangan pernah bersedih
SENANGKANLAH HATIMU !!!
JIKA ENGKAU KAYA, tentu hatimu senang! Karena engkau dapat membantu kesulitan-kesulitan orang lain melalui hartamu.
JIKA ENGKAU FAKIR MISKIN. Janganlah bersedih. Senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari penyakit tuhibbud dun’ya (cinta dunia) yang sering menimpa orang-orang kaya, yang akan membekukan qalbu. Maka Allah telah mengambil sebagian sikap sombong dan angkuh darimu
JIKA ENGKAU SEDANG SEHAT, senangkanlah hatimu!. Karena dengan kesehatanmu itu engkau dapat menikmati karunia Allah di dunia, serta dapat menjalankan ibadah dengan baik.
JIKA ENGKAU SEDANG SAKIT, senangkan pulalah hatimu! Karena dengan penyakit itu sesungguhnya Allah tengah memperhatikanmu. Dosa-dosamu sedang digugurkan seperti gugurnya daun kering dari pepohonan.
JIKALAU ENGKAU SEDANG MENGALAMI KEGAGALAN. Janganlah bersedih, senangkanlah hatimu!. Yakinlah bahwa sesungguhya Allah sedang memilihkan jalan terbaik bagimu.
JIKA ENGKAU DIZALIMI. Janganlah bersedih, senangkan pulalah hatimu!. Karena dengan kesabaranmu, sesungguhnya si-zalim tengah mengambil dosa-dosa darimu, dan memindahkan pahalanya kepadamu.
KALAU ENGKAU DILUPAKAN ORANG - DAN KURANG MASYHUR, Senangkanlah hatimu! Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacimu, lisan-lisanpun tidak banyak yang menggunjingkanmu ........
JIKA ENGKAU SUDAH BEKERJA KERAS, NAMUN HASIL YANG ENGKAU PEROLEH SUNGGUH KECIL.... Janganlah bersedih, senangkanlah hatimu!. Karena Allah yang Maha Melihat dan Maha Adil pasti akan mengganti setiap kekurangan itu dengan pahala yang lebih baik bagimu.
JIKA ENGKAU TERTIMPA MUSIBAH, Janganlah bersedih..., senangkanlah hatimu!. Karena dengan musibah itu sesungguhnya Allah sedang menguji kesabaranmu untuk meningkatkan kualitas keimananmu. ”
Dalam kondisi apa pun, anda jangan pernah bersedih
SENANGKANLAH HATIMU !!!
JIKA ENGKAU KAYA, tentu hatimu senang! Karena engkau dapat membantu kesulitan-kesulitan orang lain melalui hartamu.
JIKA ENGKAU FAKIR MISKIN. Janganlah bersedih. Senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari penyakit tuhibbud dun’ya (cinta dunia) yang sering menimpa orang-orang kaya, yang akan membekukan qalbu. Maka Allah telah mengambil sebagian sikap sombong dan angkuh darimu
JIKA ENGKAU SEDANG SEHAT, senangkanlah hatimu!. Karena dengan kesehatanmu itu engkau dapat menikmati karunia Allah di dunia, serta dapat menjalankan ibadah dengan baik.
JIKA ENGKAU SEDANG SAKIT, senangkan pulalah hatimu! Karena dengan penyakit itu sesungguhnya Allah tengah memperhatikanmu. Dosa-dosamu sedang digugurkan seperti gugurnya daun kering dari pepohonan.
JIKALAU ENGKAU SEDANG MENGALAMI KEGAGALAN. Janganlah bersedih, senangkanlah hatimu!. Yakinlah bahwa sesungguhya Allah sedang memilihkan jalan terbaik bagimu.
JIKA ENGKAU DIZALIMI. Janganlah bersedih, senangkan pulalah hatimu!. Karena dengan kesabaranmu, sesungguhnya si-zalim tengah mengambil dosa-dosa darimu, dan memindahkan pahalanya kepadamu.
KALAU ENGKAU DILUPAKAN ORANG - DAN KURANG MASYHUR, Senangkanlah hatimu! Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacimu, lisan-lisanpun tidak banyak yang menggunjingkanmu ........
JIKA ENGKAU SUDAH BEKERJA KERAS, NAMUN HASIL YANG ENGKAU PEROLEH SUNGGUH KECIL.... Janganlah bersedih, senangkanlah hatimu!. Karena Allah yang Maha Melihat dan Maha Adil pasti akan mengganti setiap kekurangan itu dengan pahala yang lebih baik bagimu.
JIKA ENGKAU TERTIMPA MUSIBAH, Janganlah bersedih..., senangkanlah hatimu!. Karena dengan musibah itu sesungguhnya Allah sedang menguji kesabaranmu untuk meningkatkan kualitas keimananmu. ”
Sabtu, 12 Desember 2009
Lebah
Lebah merupakan hewan kecil yang hebat dan mengagumkan. Selain menghasilkan madu yang sangat bermanfaat bagi manusia, lebah mempunyai karakter yang sarat hikmah, serta penuh rahasia dan keajaiban dalam penciptaannya.
a. Lebah meghasilkan cairan madu lezat yang menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit (karena mengandung anti oksidan dan anti mikroba). Madu juga dapat digunakan untuk merawat kecantikan kulit, pengawet makanan, dan sebagai obat luka.
b. Lebah mempunyai karakter yang sangat baik dan ideal. Dia selalu hinggap di tempat-tempat yang bersih (berbeda dengan laler ijo), hanya memakan makanan yang baik (sari bunga), menghasilkan sesuatu yang bermanfaat (madu), dan dimanapun hinggap ia tidak pernah merusak.
Rasulullah SAW bersabda :
“Seorang mukmin itu diumpamakan seperti lebah, tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat, dan ia tidak bersifat merusak” (HR. Ibnu Umar)
c. Pola kehidupan lebah menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi manusia, yaitu :
(1) Lebah hidup secara berkoloni (berjamaah), bersatu padu dan tidak bercerai berai.
(2) Koloni Lebah memiliki imam/pemimpin yang ditaati, yaitu lebah ratu.
(3) Koloni lebah bekerja secara profesional dan fungsional. Didalam koloni lebah terdapat pembagian tugas sesuai keahlian dan bertanggung jawab penuh pada masing-masing tugasnya. Lebah ratu bertugas bertelur dan menjaga keutuhan koloni. Lebah jantan menjaga dan mengawini ratu, sedangkan lebah pekerja mengumpulkan nektar, polen, air, membersihkan sarang, dan menjaga koloni dari invasi musuh.
(4) Lebah merupakan pekerja keras. Mereka mengumpulkan nektar secara tekun, ikhlas dan tidak mengenal lelah.
(5) Rela berkorban dan siap mati (syahid) bila diganggu. Pada musim pakan kurang, lebah jantan harus rela dieksekusi mati demi keutuhan koloni. Lebah jantan yang mengawini ratu harus rela organ reproduksinya lepas dari tubuh, yang berujung pada kematiannya. Bila ada gangguan atau serangan dari musuh, ia bertempur sampai mati demi kehormatan koloni.
Demikianlah, lebah merupakan salah satu hewan kecil yang namanya diabadikan menjadi nama sebuah surat dalam kitab suci Al-Quran yaitu An-Nahl.
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). (QS. An-Nahl : 68).
Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An-Nahl (16) : 69).
Tentu terkandung maksud yang signifikan bila Tuhan menceritakan tentang lebah dalam Al-Quran. Bahkan Tuhan mempergunakan perkataan ”wahyu” bukan ”perintah” kepada lebah agar berperilaku dalam kehidupannya. Dalam firman Allah itu tidak dikatakan ”Tuhan memerintahkan lebah ...”, melainkan ”Tuhan wahyukan kepada lebah ...”, ini mengandung makna bahwa Tuhan memposisikan lebah bukan obyek, tetapi sebagai subyek dalam fenomena yang luar biasa ini.
Rasulullah SAW menggambarkan profil mukmin yang ideal mempunyai karakter seperti yang ditunjukkan oleh lebah : “Seorang mukmin itu diumpamakan seperti lebah, tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat, dan ia tidak bersifat merusak” (HR. Ibnu Umar)
Jadi karakter orang mukmin itu tabiatnya laksana lebah, dia tidak hinggap kecuali di tempat-tempat yang bersih. Berbeda dengan laler ijo atau lanagu, yang meskipun secara biologis dan anatomis mirip lebah namun sifatnya jauh berbeda. Ia tak mau hinggap di tempat yang bersih, justru sebaliknya senang dengan yang kotor, juga makanan yang kotor. Sedangkan lebah tak mau memasukkan ke dalam tubuhnya kecuali yang bersih. Ia hanya memasukkan sari bunga ke dalam tubuhnya yang kemudian diolah menjadi madu, yang dalam Al-Quran disebut sebagai obat bagi manusia.
Imam Ja’far As-Shadiq menerangkan, bahwa nabi Muhammad SAW sangat gemar minum madu yang dicampur dengan segelas air setiap pagi ketika perut kosong. Madu merupakan obat penyembuh berbagai ragam penyakit. Nabi SAW bersabda: “Hendaklah kalian menyembuhkan penyakit dengan madu dan Al-Quran.”
a. Lebah meghasilkan cairan madu lezat yang menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit (karena mengandung anti oksidan dan anti mikroba). Madu juga dapat digunakan untuk merawat kecantikan kulit, pengawet makanan, dan sebagai obat luka.
b. Lebah mempunyai karakter yang sangat baik dan ideal. Dia selalu hinggap di tempat-tempat yang bersih (berbeda dengan laler ijo), hanya memakan makanan yang baik (sari bunga), menghasilkan sesuatu yang bermanfaat (madu), dan dimanapun hinggap ia tidak pernah merusak.
Rasulullah SAW bersabda :
“Seorang mukmin itu diumpamakan seperti lebah, tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat, dan ia tidak bersifat merusak” (HR. Ibnu Umar)
c. Pola kehidupan lebah menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi manusia, yaitu :
(1) Lebah hidup secara berkoloni (berjamaah), bersatu padu dan tidak bercerai berai.
(2) Koloni Lebah memiliki imam/pemimpin yang ditaati, yaitu lebah ratu.
(3) Koloni lebah bekerja secara profesional dan fungsional. Didalam koloni lebah terdapat pembagian tugas sesuai keahlian dan bertanggung jawab penuh pada masing-masing tugasnya. Lebah ratu bertugas bertelur dan menjaga keutuhan koloni. Lebah jantan menjaga dan mengawini ratu, sedangkan lebah pekerja mengumpulkan nektar, polen, air, membersihkan sarang, dan menjaga koloni dari invasi musuh.
(4) Lebah merupakan pekerja keras. Mereka mengumpulkan nektar secara tekun, ikhlas dan tidak mengenal lelah.
(5) Rela berkorban dan siap mati (syahid) bila diganggu. Pada musim pakan kurang, lebah jantan harus rela dieksekusi mati demi keutuhan koloni. Lebah jantan yang mengawini ratu harus rela organ reproduksinya lepas dari tubuh, yang berujung pada kematiannya. Bila ada gangguan atau serangan dari musuh, ia bertempur sampai mati demi kehormatan koloni.
Demikianlah, lebah merupakan salah satu hewan kecil yang namanya diabadikan menjadi nama sebuah surat dalam kitab suci Al-Quran yaitu An-Nahl.
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). (QS. An-Nahl : 68).
Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An-Nahl (16) : 69).
Tentu terkandung maksud yang signifikan bila Tuhan menceritakan tentang lebah dalam Al-Quran. Bahkan Tuhan mempergunakan perkataan ”wahyu” bukan ”perintah” kepada lebah agar berperilaku dalam kehidupannya. Dalam firman Allah itu tidak dikatakan ”Tuhan memerintahkan lebah ...”, melainkan ”Tuhan wahyukan kepada lebah ...”, ini mengandung makna bahwa Tuhan memposisikan lebah bukan obyek, tetapi sebagai subyek dalam fenomena yang luar biasa ini.
Rasulullah SAW menggambarkan profil mukmin yang ideal mempunyai karakter seperti yang ditunjukkan oleh lebah : “Seorang mukmin itu diumpamakan seperti lebah, tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat, dan ia tidak bersifat merusak” (HR. Ibnu Umar)
Jadi karakter orang mukmin itu tabiatnya laksana lebah, dia tidak hinggap kecuali di tempat-tempat yang bersih. Berbeda dengan laler ijo atau lanagu, yang meskipun secara biologis dan anatomis mirip lebah namun sifatnya jauh berbeda. Ia tak mau hinggap di tempat yang bersih, justru sebaliknya senang dengan yang kotor, juga makanan yang kotor. Sedangkan lebah tak mau memasukkan ke dalam tubuhnya kecuali yang bersih. Ia hanya memasukkan sari bunga ke dalam tubuhnya yang kemudian diolah menjadi madu, yang dalam Al-Quran disebut sebagai obat bagi manusia.
Imam Ja’far As-Shadiq menerangkan, bahwa nabi Muhammad SAW sangat gemar minum madu yang dicampur dengan segelas air setiap pagi ketika perut kosong. Madu merupakan obat penyembuh berbagai ragam penyakit. Nabi SAW bersabda: “Hendaklah kalian menyembuhkan penyakit dengan madu dan Al-Quran.”
Selasa, 08 Desember 2009
Bahagia
Setiap kita mestinya tau apa yang kita inginkan dalam kehidupan ini. Bila setiap orang ditanya tentang keinginan dalam hidup, maka 99,9999 % jawabannya adalah hidup bahagia, sedangkan yang 0,00001 % adalah orang aneh alias tak waras. Dengan demikian maka kebahagiaan adalah tujuan hidup manusia.
Berbagai macam cara dilakukan manusia untuk memperoleh kebahagiaan. Namun tak semua manusia dapat merengkuh hidup bahagia, karena ternyata bahwa tidak setiap manusia mengetahui hakekat kebahagiaan, serta tidak tahu bagaimana cara mencapai kebahagiaan.
Sebagian besar orang menyangka bahwa kebahagiaan terdapat pada harta yang berlimpah, sebab dengan uang mereka mengira bisa membeli apa saja yang mereka butuhkan. Sehingga mereka mengejar kebahagiaan dengan bekerja keras untuk menghimpun dan menimbun harta.
Sebagian lainnya menyangka bahwa kebahagiaan ada pada tahta (jabatan), menurutnya dengan kekuasaan mereka dapat menguasai dan mengeksploitasi banyak orang. Dan dengan kekuasaan seseorang menjadi dihormati dan disegani. Sehingga beragam cara dilakukan manusia untuk merebut kekuasaan.
Ada pula yang menyangka bahwa kebahagiaan ada pada pasangan hidup. menurutnya istri cantik membuat dunia terasa indah meski tidur hanya beralaskan tikar, meski nasi sepiring dimakan untuk berdua.
Bila ditanyakan kepada setiap orang tentang kebahagiaan, maka akan diperoleh jawaban yang beragam. Kebanyakan orang menyamakan bahagia dengan kegembiraan atau kesenangan.
Secara umum kegembiraan terkait dengan kenikmatan yang bersifat kondisional / sementara, seperti rasa senang bila mendapatkan sesuatu. Sedangkan kebahagiaan terkait dengan kenikmatan yang mendalam dan panjang, seperti ketenangan hidup dalam berumah tangga.
Apa sesungguhnya kebahagiaan itu, dan bagaimana cara memperolehnya?. Apakah dengan harta yang berlimpah, atau jabatan yang tinggi, atau pasangan hidup yang OK ?
Kalau kebahagiaan dapat diperoleh dengan harta yang melimpah atau dengan jabatan yang tinggi, mengapa begitu banyak orang yang mengalami strees berat dan kehilangan jati diri, padahal hartanya berlimpah dan jabatannyapun tinggi.
Dan, kalau kebahagiaan dapat diperoleh dengan pasangan hidup yang OK, mengapa begitu banyak pasangan selebriti yang rumah tangganya cerai berai.
Apabila kita telusuri, maka kita akan menjumpai banyak persepsi dan definisi tentang kebahagiaan.
Prof. William James (dosen filsafat Univ. Havard), berpendapat bahwa : Kebahagiaan tidak selalu berada pada orang yang hidupnya penuh dengan kemudahan tanpa masalah, tetapi justru kebahagiaan seringkali dirasakan oleh orang yang selalu berhasil dalam mengatasi berbagai persoalan-persoalan hidup. Jadi menurutnya, orang yang mempunyai selalu dapat mengatasi setiap persoalan yang dihadapinya itulah orang yang berbahagia. Sedangkan orang yang tidak pernah mempunyai persoalan hidup, yang perjalanan hidupnya mulus-mulus saja, dia akan merasakan sebuah kehidupan yang tidak hidup, kehidupan yang datar, hambar, tidak dinamis dan menjemukan.
Bagaimana Islam mengartikan kebahagiaan?.
Dari banyak pengalaman, terbukti bahwa kebahagiaan tidak selalu berupa melimpahnya harta dan kemudahan dalam hidup. Kebahagiaan bisa muncul dari suatu kondisi yang sangat memprihatinkan, bahkan kondisi yang pahit sekalipun.
Rasulullah Saw memberikan pandangan tentang kebahagiaan pada tataran kehidupan sehari-hari (sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Dhailami), bahwa ada empat hal yang dapat membahagiakan bagi seorang muslim, yaitu pertama, istri yang salihah, kedua adalah anak-anak yang menyenangkan, ke-tiga adalah lingkungan (sahabat-sahabat) yang baik, serta ke-empat mempunyai penghidupan yang diusahakan di negeri sendiri. (HR Dailami).
Pada kesempatan lain Rasulullah SAW bersabda: Hendaklah kamu berbahagia bila mempunyai hati yang bersyukur, lidah yang berzikir, dan istri (suami) yang membantunya dalam urusan akhirat. (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah).
Sedangkan Al-Qur’an menerangkan bahwa kebahagiaan atau hati yang tenteram disebabkan oleh dzikir (ingat Allah) : “Orang-orang yang beriman, hati mereka manjadi tenteram karena berdzikir. Ingatlah, hanya dengan berdzikir (mengingat Allah) hati menjadi tenteram (bahagia)” (Ar-Rad ayat 28).
Dengan merujuk pada al-Qur'an dan hadist, disimpulkan bahwa kebahagiaan sesungguh nya adalah merupakan urusan hati/qalbu. Kunci kebahagiaan adalah hati. Bahagia atau sedih ditentukan oleh hati. Karena hati adalah sebagai pusat kesadaran manusia, yang mencerminkan perasaan dan pikiran manusia.
DR. Dale Carnegie mengatakan : “Hidup kita dibentuk oleh pikiran kita. Orang tidak terlalu terluka oleh apa yang terjadi, tetapi oleh pendapatnya (pikirannya) akan apa yang terjadi”. Sedangkang Prof. William James mengatakan: “Engkau bukanlah yang engkau kira, tetapi apa yang engkau pikirkan. Kalau engkau memikirkan kebahagiaan, engkau akan bahagia. Kalau engkau berpikiran sedih, engkau menjadi sedih. Dan kalau engkau berpikiran takut, engkau akan menjadi takut”.
Berbagai macam cara dilakukan manusia untuk memperoleh kebahagiaan. Namun tak semua manusia dapat merengkuh hidup bahagia, karena ternyata bahwa tidak setiap manusia mengetahui hakekat kebahagiaan, serta tidak tahu bagaimana cara mencapai kebahagiaan.
Sebagian besar orang menyangka bahwa kebahagiaan terdapat pada harta yang berlimpah, sebab dengan uang mereka mengira bisa membeli apa saja yang mereka butuhkan. Sehingga mereka mengejar kebahagiaan dengan bekerja keras untuk menghimpun dan menimbun harta.
Sebagian lainnya menyangka bahwa kebahagiaan ada pada tahta (jabatan), menurutnya dengan kekuasaan mereka dapat menguasai dan mengeksploitasi banyak orang. Dan dengan kekuasaan seseorang menjadi dihormati dan disegani. Sehingga beragam cara dilakukan manusia untuk merebut kekuasaan.
Ada pula yang menyangka bahwa kebahagiaan ada pada pasangan hidup. menurutnya istri cantik membuat dunia terasa indah meski tidur hanya beralaskan tikar, meski nasi sepiring dimakan untuk berdua.
Bila ditanyakan kepada setiap orang tentang kebahagiaan, maka akan diperoleh jawaban yang beragam. Kebanyakan orang menyamakan bahagia dengan kegembiraan atau kesenangan.
Secara umum kegembiraan terkait dengan kenikmatan yang bersifat kondisional / sementara, seperti rasa senang bila mendapatkan sesuatu. Sedangkan kebahagiaan terkait dengan kenikmatan yang mendalam dan panjang, seperti ketenangan hidup dalam berumah tangga.
Apa sesungguhnya kebahagiaan itu, dan bagaimana cara memperolehnya?. Apakah dengan harta yang berlimpah, atau jabatan yang tinggi, atau pasangan hidup yang OK ?
Kalau kebahagiaan dapat diperoleh dengan harta yang melimpah atau dengan jabatan yang tinggi, mengapa begitu banyak orang yang mengalami strees berat dan kehilangan jati diri, padahal hartanya berlimpah dan jabatannyapun tinggi.
Dan, kalau kebahagiaan dapat diperoleh dengan pasangan hidup yang OK, mengapa begitu banyak pasangan selebriti yang rumah tangganya cerai berai.
Apabila kita telusuri, maka kita akan menjumpai banyak persepsi dan definisi tentang kebahagiaan.
Prof. William James (dosen filsafat Univ. Havard), berpendapat bahwa : Kebahagiaan tidak selalu berada pada orang yang hidupnya penuh dengan kemudahan tanpa masalah, tetapi justru kebahagiaan seringkali dirasakan oleh orang yang selalu berhasil dalam mengatasi berbagai persoalan-persoalan hidup. Jadi menurutnya, orang yang mempunyai selalu dapat mengatasi setiap persoalan yang dihadapinya itulah orang yang berbahagia. Sedangkan orang yang tidak pernah mempunyai persoalan hidup, yang perjalanan hidupnya mulus-mulus saja, dia akan merasakan sebuah kehidupan yang tidak hidup, kehidupan yang datar, hambar, tidak dinamis dan menjemukan.
Bagaimana Islam mengartikan kebahagiaan?.
Dari banyak pengalaman, terbukti bahwa kebahagiaan tidak selalu berupa melimpahnya harta dan kemudahan dalam hidup. Kebahagiaan bisa muncul dari suatu kondisi yang sangat memprihatinkan, bahkan kondisi yang pahit sekalipun.
Rasulullah Saw memberikan pandangan tentang kebahagiaan pada tataran kehidupan sehari-hari (sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Dhailami), bahwa ada empat hal yang dapat membahagiakan bagi seorang muslim, yaitu pertama, istri yang salihah, kedua adalah anak-anak yang menyenangkan, ke-tiga adalah lingkungan (sahabat-sahabat) yang baik, serta ke-empat mempunyai penghidupan yang diusahakan di negeri sendiri. (HR Dailami).
Pada kesempatan lain Rasulullah SAW bersabda: Hendaklah kamu berbahagia bila mempunyai hati yang bersyukur, lidah yang berzikir, dan istri (suami) yang membantunya dalam urusan akhirat. (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah).
Sedangkan Al-Qur’an menerangkan bahwa kebahagiaan atau hati yang tenteram disebabkan oleh dzikir (ingat Allah) : “Orang-orang yang beriman, hati mereka manjadi tenteram karena berdzikir. Ingatlah, hanya dengan berdzikir (mengingat Allah) hati menjadi tenteram (bahagia)” (Ar-Rad ayat 28).
Dengan merujuk pada al-Qur'an dan hadist, disimpulkan bahwa kebahagiaan sesungguh nya adalah merupakan urusan hati/qalbu. Kunci kebahagiaan adalah hati. Bahagia atau sedih ditentukan oleh hati. Karena hati adalah sebagai pusat kesadaran manusia, yang mencerminkan perasaan dan pikiran manusia.
DR. Dale Carnegie mengatakan : “Hidup kita dibentuk oleh pikiran kita. Orang tidak terlalu terluka oleh apa yang terjadi, tetapi oleh pendapatnya (pikirannya) akan apa yang terjadi”. Sedangkang Prof. William James mengatakan: “Engkau bukanlah yang engkau kira, tetapi apa yang engkau pikirkan. Kalau engkau memikirkan kebahagiaan, engkau akan bahagia. Kalau engkau berpikiran sedih, engkau menjadi sedih. Dan kalau engkau berpikiran takut, engkau akan menjadi takut”.
Langganan:
Komentar (Atom)